Career

Bargaining Power di Dunia Kerja

Ngomongin tentang bargaining power tentu banyak hal yang disinggung. Tapi dalam tulisan kali ini saya hanya akan sedikit menyinggung tentangnya, maksudnya ngasih contoh tentang aplikasi bargaining power. Kalau bingung apa maksud tulisan saya ini gak apa2, saya juga bingung kok haha…

Ok, lanjuuut…tariiiik maaang…. hehe..

Pemirsa…weits..salah…

Kembali ke topik awal, bargaining power. Menurut Wikipedia, definisi bargaining power yaitu:

—————————————————————————————–

Bargaining power is a concept related to the relative abilities of parties in a situation to exert influence over each other. If both parties are on an equal footing in a debate, then they will have equal bargaining power, such as in a perfectly competitive market, or between an evenly matched monopoly and monopsony.

—————————————————————————————–

Bingung gak? Kalau bingung dan daripada bingung2 mikirin artinya saya kasih aja arti singkatnya, bargaining power = daya tawar.

Dalam dunia kerja, bargaining power sangat menentukan dalam;

–         kesempatan dalam dipanggil untuk test/wawancara

–         nego gaji

–         naik posisi

–         dll

Untuk industri perminyakan khususnya geologi dan geofisika (kebetulan saya dari jurusam geofisika jadi lebih gampang ngasih contoh untuk jurusan ini), bargaining power kita ditentukan oleh banyak faktor, antara lain;

–         Educational institute, sudah bukan rahasia umum lagi bahwa alumni2 dari perguruan tinggi terkenal selalu menjadi incaran dari oil company.

–         Skill, untuk bisa tembus di oil company dibutuhkan skill yang bermacam-macam (software, kemampuan bahasa inggris, pengetahuan tentang ilmu2 jurusan kita, dll).

–         Network and relationship, menurut saya faktor ini juga sangat menentukan. Kategori network bisa bermacam-macam bisa berupa teman, saudara, ayah, ibu, paman, bibi, anak, sepupu, dll.

Untuk network, pada masa-masa kuliah pengertian network hanya berupa teman. Tapi setelah memasuki dunia kerja pengertian itu menjadi lebih luas dan hampir beda-beda tipis dengan nepotisme.

Kembali ke bargaining power. Kalau kita berasal dari perguruan tinggi yang ok, jurusan yang sesuai, skill yang mantap, bahasa inggris yang ok, insyaAllah jalan ke depan mudah2an lancar. Amin.

Yang terakhir, jadi kalau bargaining power kita sudah kuat, dalam hal ini pendidikan, skill dan pengalaman kita mendukung maka daya tawar menawar untuk gaji, posisi akan semakin kuat 🙂

Selamat berjuang, sukses untuk kita semua. Amin.

Baca juga: Tips Meningkatkan Bargaining Power Di Dunia Kerja

Advertisements

2 thoughts on “Bargaining Power di Dunia Kerja

    1. @Rally: kalo belum lulus kuliah tapi udah punya bargaining power itu malah lebih bagus. Itu berarti belum lulus kuliah tapi udah nguasai skill2 yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
      Untuk contoh yang saya tulis di atas sifatnya situasional, maksudnya kalo pekerjaan yang dilakukan membutuhkan syarat minimal S1 maka harus lulus kuliah S1 dulu. Kalo ada pekerjaan yang ga mensyaratkan S1 itu lebih ok, jadi ga usah kuliah lebih lama 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s