Career

Bargaining Power di Dunia Kerja (2)

OK…setelah lama ga nulis, akhirnya hari ini, bulan ini nyoba untuk nulis lagi. Topiknya nyambung materi tentang bargaining power yang telah saya tulis sebelumnya. Pada tulisan sebelumnya saya menulis bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi bargaining power adalah pendidikan, skill, dan koneksi.

Untuk tulisan kali ini saya hanya akan menambahkan satu faktor, yaitu;

-Tawaran kerja di tempat lain-

Saya ga menyarankan untuk jadi kutu loncat, tapi satu yang harus diingat bahwa zaman sudah berbeda. Jika pada 10 atau 20 tahun yang lalu seseorang dinilai karena loyalitasnya pada perusahaan, maka untuk zaman sekarang loyalitas merupakan urutan yang entah ke-berapa dalam penilaian terhadap karyawan.

Seorang karyawan mungkin akan memanjangkan jam kerjanya dari yang lainnya untuk menarik perhatian perusahaan, tapi itu adalah trik lama yang mungkin sudah kurang ok untuk diterapkan. Yang sekarang dinilai oleh perusahaan adalah apa yang bisa diberikan kepada perusahaan yang bisa bernilai jual tinggi. Banyak yang bisa dihasilkan dalam suatu pekerjaan tapi kalo nilainya sedang2 saja, maka itu sebenarnya ga ada apa2nya alias hanya pelengkap.

Di zaman sekarang skill/kemampuan merupakan harga mati yang harus dijual ke perusahaan. Dengan skill yang mumpuni, seorang karyawan tentu akan mendapat tawaran yang lebih banyak dan mungkin malah lebih bagus di luar perusahaan tempat bekerja sekarang. Dan inilah kuncinya; dengan adanya tawaran kerja di tempat lain, maka otomatis nilai jual seorang karyawan akan semakin meningkat di perusahaan sekarang. Tawaran kerja yang dimaksud tentu dibarengi dengan gaji dan fasilitas yang lebih tinggi dari sekarang atau minimal sama tapi menjanjikan pengalaman dan pengembangan karir yang menantang.

Bila seorang karyawan mendapat tawaran kerja di tempat lain, dan berkeinginan untuk resign (keluar dari perusahaan) maka tentu harus ada diskusi dengan atasan. Dalam pikiran saya karyawan ini akan dilepas karena tidak loyal dan mementingkan gaji tinggi. Tapi tunggu dulu saudara-saudara….ternyata saya salah, salah besar. Ternyata fenomena yang terjadi di era sekarang adalah karyawan tersebut malah akan ditawari untuk tetap bekerja diperusahaan tersebut dengan gaji yang lebih tinggi dan fasilitas yang lebih ok serta pengembangan karir yang lebih bagus.

Lihatlah betapa tinggi dan melesatnya bargaining power seseorang ketika mendapat tawaran ditempat lain. Dibujuk2, di ajak makan siang oleh atasan supaya tetap bekerja diperusahaan tersebut.

Dan lihat..loyalitas berharga nol atau bahkan minus di situ. Berbalik 180 derajata dengan skill yang bisa digunakan untuk menghasilkan sesuatu dalam perusahaan tersebut. Mungkin ada juga yang melihat loyalitas sebagai penilaian tapi menurut saya itu bukan penilaian tetapi lebih ke arah rasa kasian terhadap karyawan tersebut. Dan sekali lagi mungkin saya salah, tapi fenomena yang saya lihat adalah demikian.

Nah, udah pada tau kan faktor2 yang mempengaruhi bargaining power. Di resapi dan di renungi baik2 ya 🙂

Baca : Tips Meningkatkan Bargaining Power Di Dunia Kerja

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s