Life

Mahasiswa, Antara Manja dan Gaya Hidup

Entah apa yang ada dalam pikiran para orang tua yang memberikan fasilitas mobil kepada anaknya yang dalam status sebagai mahasiswa. Padahal jelas-jelas anak tersebut kost atau tinggal di apartment dekat kampus. Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan mobil tersebut, selama penggunaannya masih dalam taraf untuk keperluan tertentu yang mengharuskan untuk menggunakan mobil, misalnya ada barang ukuran besar yang harus di antar ke kampus atau ke kost.

Fenomena yang terjadi adalah banyaknya mahasiswa yang menggunakan mobil untuk ke kampus, padahal jarak antara kost/apartment dengan kampus SANGAT DEKAT SEKALI. Ini berdasarkan pengamatan saya terhadap para mahasiswa yang tinggal di kost/apartment di depok. Hal ini terlihat disetiap mobil mereka yang menggunakan stempel sticker lambang kampus tertentu. Bayangkan bila satu mahasiswa membawa satu mobil, betapa macetnya jalanan margonda.

Hal ini juga yang terjadi di margonda residence, salah satu apartment murah di Depok. Sebagian besar yang tinggal di apartement ini adalah para mahasiswa yang notabene mahasiswa kampus kuning. Mobil2 yang parkir di apartment tersebut di dominasi sticker logo kampus itu. PERFECT LIFE, itu mungkin yang diinginkan para mahasiswa2 manja tersebut. Tinggal di apartment, kuliah di kampus ternama, serta ke kampus dengan menggunakan mobil bagus. Dan lihatlah keluar loby depan berjejer mobil2 indah milik para mahasiswa manja. Lihatlah jalan raya margonda, macetnya luar biasa.

Sekali lagi, apakah orang tuanya yang berlebihan harta sehingga memanjakan anaknya dengan memberikan fasilitas mobil? Apakah orang tuanya miskin pengetahuan sehingga ga bisa mengajari anaknya bahwa hidup itu adalah perjuangan? atau anaknya yang terlalu manja dengan meminta fasilitas mobil? Apakah anaknya merasa kaya? Atau jangan2 mobil tersebut masih kredit? Padahal bila dihitung2 jarak dan waktu tempuh, akan lebih cepat jalan kaki dari apartment ke kampus. Apalagi di kampus tersedia Bis Kampus gratis dengan AC.

Dan saya paling muak dalam kemacetan di margonda melihat mobil2 yang berlogo kampus kuning. Dan setiap melihat ke dalam umumnya para mahasiswa manja tersebut. Pernah kah orang tua mereka mengajari bahwa mencari uang itu susah? atau mereka tidak bertanya kepada orang tua apakah mobil tersebut dibeli cash atau kredit?

Apakah mereka lupa, bahwa mereka adalah mahasiswa yang seharusnya ke kampus untuk mencari ilmu, bukan untuk pamer kekayaan orang tua. Apakah mereka lupa bahwa dengan mengikuti ego mereka membawa mobil pribadi ke kampus turut menyumbang kemacetan jalan raya?

Lihatlah di margonda residence, banyak sekali mobil2 dengan logo kuning, belum lagi dengan yang parkir di kost2 di daerah margonda dan sekitarnya.  Mungkin 30% penyumbang kemacetan margonda adalah karena adanya mobil2 ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s