Life

Menantikan Kehadirannya

Malam itu, hari senin 9 Juni 2014 ( berarti malam selasa), saya dan istri ke RS Bunda Margonda, Depok untuk memeriksa kandungan istri. Saya dan istri berjalan kaki dari kontrakan kami yang ada di gang nurun nisa menuju RS Bunda Margonda. Jarak dari kontrakan ke RS Bunda sekitar 680 meter (hasil pengukuran lewat google map), jadi kalau bolak balik sekitar 1 km lebih.

Mungkin ada yang bertanya kenapa ga naik kendaraan? Bukannya 680 meter itu jauh, ga capek? Saya dan istri sengaja berjalan kaki karena untuk menghindari goncangan. Jalan raya margonda, depok tidaklah semulus kulit manusia, di sana ada banyak polisi tidur yang lumayan tinggi, ada penutup selokan/got yang tingginya berbeda dengan aspal sehingga kalau kita naik kendaraan umum maka bersiap-siap terkena guncangan. Mungkin ada yang bertanya lagi kenapa ga naik taksi? Di margonda senin sore-malam, lebih cepat jalan kaki dari pada naik kendaraan saking macetnya.

Saya dan istri berjalan menyusuri jalan raya margonda, kami berjalan pelan-pelan sambil berusaha hati-hati agar tidak tersenggol kendaraan khususnya motor yang selalu mengambil jalan apapun disaat macet. Kami juga berjalan pelan2 agar istri tidak terjatuh atau terpeleset. Saya dan istri masih agak trauma dengan keguguran pada bulan april.

Setelah tiba di RS Bunda, kami melakukan proses administrasi dan antri menunggu giliran untuk masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Setelah tiba giliran kami, akhirnya saya dan istri masuk ke ruang dokter untuk konsultasi, kemudian dokter melakukan USG terhadap istri. Alhamdulillah dari hasil USG istri positif hamil dengan usia kehamilan sekitar 6 minggu. Sepulang dari RS Bunda, saya dan istri berjalan kaki lagi menyusuri jalan raya margonda.

Sejak saat itu setiap pulang dari kantor, saya selalu mencium dan mengelus perut istri. Kalau saya lupa, istri selalu mengingatkan hehe…

Apakah semuanya berjalan lancar? Ternyata ada tantangannya. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah disaat istri susah makan hingga akhirnya pingsan. Saat itu menjelang maghrib dan sebentar lagi akan buka puasa, saya dan istri baru pulang dari beli susu dan makanan, istri tiba-tiba pingsan di gang dekat kontrakan kami. Saya ketakutan sekali dan langsung membopong istri dibantu dengan tetangga ke klinik terdekat. Setelah diperiksa ternyata istri kurang darah dan harus dirawat inap. Saya pun ikut menginap dan menjaga istri di klinik tersebut. Alhamdulillah besok harinya kondisi istri sudah membaik dan sudah bisa pulang.

Sekarang, kandungan istri akan masuk usia kehamilan 8 bulan pada pertengahan bulan desember 2014. Semoga Allah SWT selalu memberi kesehatan, kekuatan, dan kesabaran kepada istri saya, agar semuanya berjalan dengan lancar, amiin. Saya dan istri sudah menyiapkan sebuah nama yang cantik, kami menantikan kehadirannya, kehadiran bayi cantik kami.

Peta dari Kontrakan Ke RS Bunda
Peta dari Kontrakan Ke RS Bunda
Advertisements

4 thoughts on “Menantikan Kehadirannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s