Coalbed Methane · Petroleum Geoscience

Hidrokarbon Non Konvensional

Hidrokarbon non konvensional merupakan sebutan untuk hidrokarbon (minyak dan gas) yang mempunyai sistem petroleum, jumlah dan cara pengambilan yang berbeda dengan hidrokarbon pada umumnya. Salah satu komponen sistem petroleum yang TIDAK terdapat pada hidorkarbon non konvensional adalah proses migrasi. Hal ini karena hidorkarbon non konvensional terbentuk dan terperangkap pada batuan yang sama, yang artinya bahwa batuan induk sekaligus juga berfungsi sebagai batuan reservoar sehingga tidak terdapat perpindahan hidrokarbon. Pada tulisan ini tidak akan dibahas terlalu detail tentang sistem petroleum pada hidorkarbon non konvensional karena akan sangat panjang, nanti akan dibahas pada tulisan selanjutnya jika ada waktu.

Hal yang sangat menjanjikan dari hidorkarbon non konvensional adalah jumlahnya yang sangat melimpah. Beberapa hidorkarbon non konvensional yang dikenal yaitu CBM (Coalbed Methane), Gas Shale, Oil Shale, Gas Hydrates, dan lain-lain. Dari beberapa jenis hidorkarbon non konvensional tersebut salah satu yang sudah berjalan dan sedang dikerjakan di Indonesia adalah CBM, yang ditandai dengan banyaknya PSC CBM di Indonesia. Besarnya resources CBM yang ada di Indonesia diperkirakan sekitar 450 TCF, ini merupakan jumlah yang sangat besar bila dibandingkan dengan jumlah resources gas konvensional yang hanya 380 TCF. Untuk sebuah resources jumlah tersebut sangat menjanjikan, tetapi….silahkan lanjutkan dibaca pada paragraf berikut.

Besarnya potensi CBM dan hidrokarbon non konvensional lainnya yang ada di Indonesia diikuti dengan teknik pengembangan yang menantang atau bahasa awamnya yaitu ada banyak tantangan untuk mengambil hidrokarbon non konvensional tersebut. Salah satu tantangan dalam eksploitasi hidrokarbon non konvensional yaitu masalah permeabilitas. Selain permeabilitas ada juga parameter2 lain yang berpengaruh terhadap produksi hidrokarbon non konvensional, walaupun demikian permeabilitas selalu menjadi isu utama karena permeabilitas sebenarnya diakibatkan oleh proses2 yang bekerja pada sistem petroleum hidrokarbon non konvensional.

Permeabilitas merupakan kemampuan fluida untuk mengalir. Permeabilitas pada hidrokarbon non konvensional umumnya sangat kecil sehingga sangat berpengaruh terhadap laju produksi. Hal ini tentu merupakan tantangan untuk para pelaku industri migas dan juga para professional di bidang migas agar potensi sumber daya yang begitu besar bisa terproduksi secara ekonomis dan berguna untuk manusia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s