Science

Kita Hidup Di Bumi Yang Melayang

Kita tanpa sadar atau bahkan lupa bahwa tanah yang kita pijak sehari-hari merupakan permukaan bumi, dimana bumi merupakan salah satu benda atau massa yang mengapung atau melayang di ruang alam semesta. Kita hidup di bumi yang melayang dan berputar. Bayangkan ada sebuah balon melayang di udara, seperti itulah bumi yang melayang di ruang alam semesta. Tapi pergerakan melayang bumi tidaklah sama dengan balon. Bumi bergerak melayang dan berputar mengikuti hukum gaya tarik menarik antar partikel/massa atau gravitasi. Kita mengenal istilah gaya gravitasi bumi, artinya gaya tarik bumi terhadap segala massa yang ada. Seandainya bumi tidak mempunyai gaya gravitasi maka tidak akan ada planet bumi karena massa penyusun bumi akan saling lepas dan akan ditarik oleh massa lain untuk membentuk massa yang baru.

Setiap hari bumi melayang dan berputar dengan kecepatan yang cenderung tetap. Perputaran bumi pada porosnya menyebabkan adanya siang dan malam hari. Bagian bumi yang terang atau siang artinya bumi sedang dikenai sinar matahari karena sisi bumi tersebut menghadap matahari, sedangkan bagian bumi yang gelap/malam artinya bumi sedang tidak mendapat sinar matahari karena sisi bumi tersebut membelakangi matahari. Bumi harus berputar pada sumbunya (rotasi) agar terjadi siang dan malam. Bila bumi tidak berotasi maka hanya akan ada satu sisi bumi yang terkena sinar matahari dan sisi yang lain akan gelap selamanya. Sisi bumi yang terkena matahari terus menerus lama kelamaan akan kering dan panas, sedangkan sisi bumi yang tidak terkena matahari akan mengalami dingin yang berkepanjangan dan membeku. Bila ini terjadi dalam waktu yang lama maka massa bumi lama kelamaan akan terbakar dan habis.

Bumi yang melayang di ruang alam semesta dipengaruhi oleh gaya gravitasi matahari. Matahari merupakan salah bintang, dimana bintang merupakan salah satu benda langit yang mempunyai cahaya sendiri. Ukuran matahari yaitu sekitar 330 kali lebih besar dari ukuran bumi. Bumi dan planet2 lain melayang di ruang alam semesta mengikuti kekuatan gaya tarik menariknya masing-masing terhadap matahari.

Bila kita membayangkan bumi yang bulat tentu kita berpikir kenapa kita tidak tergelincir dipinggir bumi? Dimana bagian bumi yang melengkung untuk mencirikan bumi ini bulat? Kalau memang bumi melayang kenapa kita tidak ikut merasa melayang? Besarnya massa bumi dan kecilnya manusia menyebabkan permukaan bumi yang melengkung menjadi tidak terasa, hal ini juga ditambah dengan topografi bumi yang tidak rata. Bentuk bumi memang menyerupai bola tapi tidak bulat. Kita juga tidak merasakan melayang karena bumi berotasi dengan kecepatan yang cenderung konstan. Bila bumi berotasi dengan kecepatan yang berubah-ubah secara drastis maka tentu kita akan mengalami perbedaan waktu siang dan malam yang tidak teratur dan bisa menyebabkan adanya badai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s