Life

Menantikan Kehadiran Anak Kedua

Akhir maret 2017 adalah hari-hari penantian saya dan istri atas kehadiran anak kedua kami. Hasil pemeriksaan dokter waktu USG pertama di RS Bunda Margonda Depok (saat itu USG awal agustus 2016), HPL (hari perkiraan lahir) ada di akhir maret 2017, paling telat awal april 2017. Kemudian saya juga menghitung HPL istri menggunakan hitungan kalender berdasarkan HPHT (hari pertama haid terakhir). Untuk menggunakan metode HPHT harus tahu dengan pasti kapan mens istri dan kebetulan saya selalu mencatat kapan istri mens dan kapan istri bersih.

Berdasarkan hasil perhitungan saya pake metode HPHT ini, maka istri saya akan melahirkan pada tanggal 23 Maret 2017 plus minus 7 hari. Plus minus artinya bisa maju atau mundur 7 hari dari tanggal 23 Maret tersebut. Jadi perkiraannya istri akan melahirkan pada 16 – 30 Maret 2017. Kalau dari usia kandungan, tanggal 23 Maret 2017 itu masuk 38 minggu, jadi memang sudah masuk masa-masa partus. Kalau disamakan dengan masa kelahiran anak pertama kami (Ghaisan) yang lahir pada usia kandungan 38 minggu 4 hari, maka tanggal 27 Maret adalah usia kandungan 38 minggu 4 hari untuk kehamilan yang kedua ini.

Baca: Menantikan Kehadiran Anak Pertama

Selama kehamilannya yang kedua ini, istri mengalami sedikit perubahan dibandingkan dengan kehamilan yang pertama. Waktu kehamilan pertama, istri ekstra hati-hati karena sebelumnya mengalami keguguran. Tapi untuk kehamilan yang kedua, istri hati-hati juga tapi tidak terlalu. Walaupun demikian tetap saja ada insiden pingsan, sama seperti kehamilan yang pertama. Pingsan pada kehamilan disebabkan karena istri susah makan sehingga jadinya darah rendah. Sedangkan pingsan pada kehamilan yang kedua ini disebabkan oleh kecapean karena mencuci karpet, kejadiannya sekitar akhir agustus 2016.

Saya masih ingat waktu itu saya lagi bersama teman-teman kantor di BSD untuk menjenguk teman kantor yang istrinya melahirkan. Saat itu istri tiba-tiba menelpon saya dan mengabarkan untuk segera pulang karena merasa akan pingsan dan kepalanya berputar-putar. Akhirnya saya langsung pulang pake mobil uber. Setelah tiba di rumah kontrakan kami, saya lihat istri terbaring dan ghaisan sedang tidur. Setelah melalui diskusi dan melihat kondisi istri yang sedang lemah akhirnya diputuskan sore menjelang malam untuk ke rumah sakit. Malamnya istri langsung rawat inap di RS Aulia Jagakarsa. Waktu itu masuk 23 Agustus 2016, selasa sore/malam dan keluar jumat siang setelah shalat jumat. Cuti kantor rabu & kamis, jumat harus masuk kantor karena jatah cuti makin menipis.

Jadilah selama tiga malam tiga hari saya menjaga istri di rumah sakit dan merawat ghaisan karena tidak ada keluarga di jakarta. Malam pertama yaitu malam rabu, saya dan ghaisan ikut menginap di rumah sakit menjaga istri. Tapi malam selanjutnya, yaitu malam kamis dan malam jumat ghaisan ga betah di rumah sakit dan susah tidur, akhirnya saya bawa pulang ghaisan dan tidur di rumah hehe. Paginya baru saya dan ghaisan ke rumah sakit menjenguk istri sampe malam. Alhamdulillah jumat siang istri udah bisa keluar rumah sakit.

Itulah sedikit liku-liku dan sedikit cerita masa-masa kehamilan istri. Hasil pemeriksaan dokter melalui USG di kota Baubau, alhamdulillah calon bayi kami yang kedua ini yaitu laki-laki 🙂 untuk teman main ghaisan. Selisih usia ghaisan dengan adiknya yang insyaAllah lahir akhir maret atau awal april nanti yaitu sekitar 2 tahun 2 bulan. Untuk nama anak kami yang kedua ini sedang kami siapkan, semoga persalinan istri nanti diberi kemudahan oleh Allah SWT, aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s