Life

Arfan Rafasya

Arfan Rafasya

Arfan Rafasya Al Asrim adalah nama lengkap anak kedua kami. Arfan lahir di Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah pada hari Kamis, 30 Maret 2017 sekitar jam 1 siang. Arfan artinya cerdas, Rafasya artinya tempat yang tinggi. Jadi saya berharap anak kedua kami ini menjadi anak yang cerdas dan mempunyai kedudukan yang tinggi jika sudah besar kelak di kemudian hari.

Sama seperti saat kelahiran Ghaisan (anak pertama kami), Istri saya melahirkan Arfan di Mawasangka sedangkan saya ada di Jakarta. Sebenarnya saya sudah mempunyai rencana untuk balik pada akhir Maret sesuai hari perkiraan lahir (HPL) yaitu tanggal 27 – 31 Maret 2017. Tapi karena ada sedikit kekeliruan perhitungan dari bi’sa (dukun bayi) dan juga hasil pemeriksaan dokter di Baubau, maka saya ke Mawasangka tanggal 7 Maret.

Jadi ceritanya saat istri melakukan pemeriksaan kehamilan di dokter yang ada di Baubau pada bulan Februari 2017, mendekati minggu ke tiga Februari, hasilnya usia kandungan istri yaitu 35 minggu 4 hari. Saya waktu itu kaget sekali, karena perhitungan saya sesuai dengan pemeriksaan dokter yang pertama di RS Bunda Margonda, usia kandungan istri harusnya baru sekitar 33 minggu lebih.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada Februari itu berarti istri akan melahirkan pada kisaran minggu pertama atau kedua Maret 2017. Kemudian bi’sa yang memeriksa kandungan istri juga mengatakan bahwa kemungkinan besar awal atau pertengahan Maret istri saya akan melahirkan.

Sekali lagi perkiraan dokter dan bi’sa di atas berbeda dengan hasil coret-coretan tanggal HPL yang saya lakukan. Saya memperkirakan istri akan melahirkan pada tanggal 27-31 Maret 2017. Ini sesuai dengan HPL dokter yang pertama kali. Jadi ada selisih sekitar dua atau tiga minggu antara perkiraan bi’sa dan dokter di Baubau dengan perkiraan saya dan dokter di RS Bunda Margonda. Soalnya dokter yang memeriksa kehamilan anak pertama sama dengan kehamilan yang kedua ini. Dan hari persalinannya pun sesuai dengan HPL.

Pada tanggal 5 Maret 2017 Istri mengatakan bahwa kemungkinan melahirkan sebentar lagi. Saya bilang pada dia bahwa belum, kalaupun ada sakit-sakit itu karena proses pergerakan bayi menuju panggul. Tapi karena waktu itu kebetulan orang rumah ada acara ke Kendari sehingga Istri dan ghaisan berdua di rumah hanya di temani oleh mama tua maka mau tidak mau saya harus ke mawsangka untuk jaga2, apalagi bi’sa nya mengatakan bahwa kemungkinan besar akan melahirkan minggu2 itu.

Jadi berangkatlah saya ke mawasangka dengan mengambil cuti selama tiga hari. Dan setelah tiba di sana saya melihat perut istri memang sudah besar dan faktor inilah yang mungkin membuat bi’sa mengatakan bahwa sebentar lagi akan melahirkan. Besarnya kandungan istri juga membuat pengukuran HPL menjadi maju. Sampai dengan tiga hari di mawasangka, tanda-tanda istri melahirkan belum ada, akhirnya saya pulang lagi ke Jakarta. Saya pun tetap yakin pada pemeriksaan awal yaitu HPL istri pada tanggal 27 – 31 Maret 2017.

OK, karena saya sudah pulang pada awal Maret dan cuti selama tiga hari maka cuti saya tinggal sedikit dan mendekati habis. Menjelang minggu2 terakhir bulan Maret 2017, beberapa kali saya diskusi dengan istri untuk menanyakan apakah saya akan pulang tanggal 27, 28, 29, 30 atau 31 Maret. Dan istri mengatakan sebaiknya pulang setelah lahiran saja supaya cutinya bisa lebih panjang.

Akhirnya diputuskan saya akan pulang setelah lahiran. Saat memasuki minggu ke-4 bulan Maret, saya semakin intens whatsap-an dengan istri. Setiap hari saya menanyakan bagaimana kondisi bayi dan perutnya. Dan akhirnya pada Kamis pagi, 30 Maret istri mengatakan bahwa his-nya sudah semakin terasa dan mulai terasa sakit. Saya pun memperkirakan istri akan melahirkan pada hari itu atau malamnya.

Pada jam 10.34 WIB istri whatsap ke saya bahwa sudah pembukaan 3. Saya pun bilang pada istri bahwa kemungkinan dia akan melahirkan pada sore hari. Dan ternyata kali ini saya sedikit keliru, ternyata istri melahirkan siang hari. Pada saat bangun tidur siang di masjid (kebiasaan saya kalau siang selalu tidur di masjid) jam 13.12 WIB atau 14.12 WITA, istri tiba2 whatsap dan mengabarkan bahwa dia sudah melahirkan 🙂 bayi laki2 berat 3,1 kg, Alhamdulillah.

Saya antara bahagia dan sedih karena dua kali istri melahirkan tapi saya selalu berada jauh darinya. Maafkan saya istriku, kondisi pekerjaan di Jakarta yang membuat saya tidak bisa menemani, apalagi ditambah dengan perbedaan HPL dokter pertama dan dokter kedua. Tapi lebih dari semua itu yang penting istri saya telah melahirkan dengan selamat dan bayi sehat. Sekarang Arfan telah berusia 3,5 bulan mudah2an dirinya selalu sehat dan bugar, aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s